catatanku

Kamis, 07 Mei 2015

Sipnosis Super Daddy Yul Episode 12 part 1



Di rumah sakit, Mirae sedang berjuang susah payah melahirkan bayinya. Tanpa keluarga, atau pun teman yang berada disisinya. Mirae juga tidak memiliki wali.

Lalu dokter yang membantu persalinan berkata pada suster, kalau kondisi ibu dan anak tidak baik dan mereka hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja. Karena Mirae tidak memiliki wali, dokter memutus kan untuk menyelamatkan sang ibu. Tapi Mirae menahan tangan sang dokter dan mengeleng.


Diruagan bayi, seorang suster mengangkat seorang bayi mungil dari dalam boks, dan menujukkannya pada seseorang yang berada diluar rugan. Orang yang diluar ruagan adalah Cha Mi Rae, dan bayi mungil itu namanya Cha Sarang. Teryata dokter berhasil menyelamatkan Mirae juga bayinya.

Narasi Mirae/Sarang..

"Mirae: Aku tau sejak pertama anak itu adalah Sarangku."
"Sarang: Aku juga tau seketika itu juga, kau adalah ibuku."


"Mirae: Aku sudah memutuskan sampai akhir hayatku aku akan melindungi anak itu."
"Sarang: Aku sudah memikirkan, mesti dikehidupan berikutnya, aku ingin terlahir sebagai putri ibu."

"Mirae: Aku bener-benar bersyukur, putri ibu adalah kau."

"Sarang: Aku benar-benar bersyukur. Ibuku adalah kau."
            
             Super Daddy Yul Episode 12



Yul dalam perjalan pulang lalu teringat kata-kata Woo Hyuk yang memberitau kalau Yul lah ayah kandung Sarang yang sesungguhnya. Antara sedih bahagia dan juga terharu, Yul pun menagis dan tertawa bersamaan.
Yul masih tidak percaya kalau Sarang adalah putrinya. Saat berhenti dilampu merah, untuk melampiaskan perasaanya Yul berteriak-teriak sambil terus membunyikan klakson. Dan itu mengganggu peguna jalan lain dan juga orang-orang yang ingin menyebrang. Tapi Yul seolah tidak menyadari keberadaan mereka. Tanpa sengaja Yul melihat foto dirinya dan Sarang didasbor mobilnya sambil berkata "Sarang dia putriku" berkali-kali Yul memutar balik mobilnya menuju rumah Mirae.

Dirumah Mirae, Mirae sedang mengikatkan tali sepatu Sarang, tapi hanya sebelah kiri. Mirae menyuruh Sarang belajar mengikat sendiri yang sebelahnya lagi.

Dengan tersenyum manja, Sarang nenjawab kalau ikatanya tidak bisa rapi dan meminta tolong pada ibunya untuk mengikatkan.

Mira berkata kalau Sarang akan jadi senior disekolah, apa tidak malu pada adik kelasnya jika tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri? Dengan suara lebih keras Mirae melanjutkan kalau sekarang Sarang sudah kelas tiga. Jika Sarang tidak tau cara mengikat tali sepatunya sendiri lalu bagaimana jika tali sepatunya longgar saat Sarang sedang berlari?


Mirae lalu berjalan ketempat obat dan nengambil dua kotak abot dan menujukkan pada Sarang cara menaruh obar-obatnya kedalam kotak. Sarang melihat ibunya dengan sedih dan bertanya, "Apa ibu akan pergi? Kenapa tiba-tiba menyiapkan obat-obatan untuku?"

Mirae beralasan kalau itu hanya untuk bejaga-jaga kalau tiba-tiba Sarang sakit. Lagi pula bagi seorang dokter seperti dirinya mempersiapkan dan memiliki obat-obatan darurat sangat diperlukan.

Mirae lalu memberitau kalau dirinya juga ingin pergi berlibur dan mengajak Sarang pergi bersamanya, apa Sarang mau ikut? Dengan semagat Sarang mengangguk, dan menyarankan untuk mengajak ayahnya juga. Dengan lembut Mirae membelai rambut Sarang dan bertanya,

"Kau ingin tinggal bersama dengan ayah bukan?" Sarang mengangguk.  "Kalau begitu tinggallah bersama ayahmu hanya kalian berdua tanpa ibu?"

Sarang lalu bertanya apa benar hanya tinggal berdua dengan ayahnya? Mirae mengiyakan. "Tidak mau. Aku ingin tinggal bersama ibu juga."  Saran menolaknya.

Mirae lalu memeluk Sarang. Sambil menagis Mirae menyuruh Sarang menurutinya karena itu permintaannya. "Ibu dalam masa-masa sulit sekarang. Dan ibu juga sangat lelah karena membesarkanmu dan sekarang ibu ingin istirahat sendirian." Mirae menjelaskan

Mirae melepaskan pelukanya dan dengan kedua tangannya, Mirae memegang pipi Sarang dan berniat memberitau Sarang tentang ayahnya. Tapi belum sempat mengatakanya, Mirae dikagetkan dengan suara terikan Yul diluar rumahnya. Mirae lalu menyuruh Sarang untuk masuk kedalam kamarnya sebentar. Sarang pun menurut.


Diluar rumah, Yul  berteriak-teriak sambil  mengedor-ngedor pintu menyuruh Mirae keluar. Mirae tidak keluar, tapi membukakan pintu untuk Yul.

Sesampai didalam Yul  mencari-cari Sarang. Sambil duduk tenag Mirae bertanya " Ada perlu apa? Kukira kau tidak ingin melihatku lagi."

Yul lalu bertanya apa Mirae menyembunyikan sesuatu darinya? Yul lalu mendekatinya dan bertanya
"Sarang putriku bukan? Dia putri kandungku kan?"

Mendegar pertanyaan Yul, Mirae hanya melihatnya tanpa menjawab atau pun berdiri.

Yul yang sudah emosi sejak datang tadi tambah marah melihat reaksi Mirae. Dengan kasar, Yul menarik Mirae berdiri sambil berteriak Yul menyuruh Mirae memberitaunya kalau Sarang putrinya dan dirinya adalah ayah kandungnya? "Dia bukan Cha Sarang, tapi Han Sarang. Benarkan?"

Dengan digin Mirae menjawab kalau sekarang itu tidak penting lagi, Cha Sarang atau Han Sarang...

Yul memotong kata-kata Mirae dan berteriak "Hey! Cha Mirae!" Lalu dengan kasar Yul mendorong Mirae hingga jatuh terduduk dikursi. Yul bertanya
"Sarang adalah putrinya, dan aku adalah ayahnya? Kenapa kau tidak memberitauku? kenapa kau menyembunyikanya dan membodohiku? Bahkan selama sepeluh tahun?"
Yul lalu berjongkok didepan Mirae dengan memegang kedua bahu Mirae, Yul berkali-kali bertanya "Kenapa kau melakukanya?! Kenapa kau melakukanya?!"

Dengan sedih sambil menatap Yul Mirae menjawab "Karena kita sudah berpisah. Hubungan kita sudah selesai."

Mendegar jawaban Mirae, Yul tidak mampu berkata-kata. Dan pelan-pelan tangannya yang masih ada dibahu Mirae terkulai jatuh.


Sarang yang baru keluar dari kamar kaget mendegarnya, dan bertanya apa itu maksudnya?  Sarang lalu bertanya pada Yul apa benar kalau dia ayah kandungnya? Yul mengganguk. Sarang beralih keibunya "Benarkah ayahku tidak meninggal? Dia bukan ayah tiri tapi ayah kandung?"

Yul lalu memeluk Sarang, dan mengajaknya tinggal bersamanya dan juga mulai sekarang akan selalu berada disisi Sarang selamanya. Sarang lalu menoleh pada Mirae dan bertanya bagaimana dengan ibunya?



Yul menjawab mereka tidak membutuhkannya. Karena ibu Sarang seorang pembohong yang sudah membohonginya dan juga pada Sarang. Menurut Yul sudah seharusnya Mirae dihukun. Sambil menatap Mirae, Yul berkata kalau dirinya tidak akan pernah memaafkanya. Yul lalu memegang tangan Sarang dan membawanya pergi.

Tapi baru beberapa langkah Sarang melepaskan gegaman tagan Yul dan berlari kearah Mirae. Sarang berdiri didepan Mirae, dan sambil menagis bertanya
"Ibu haruskah aku pergi? Pergi bersama ayah? "
Sarang melanjutkan jika ibunya bilang tidak, dia juga tidak akan pergi karena bisa hidup tanpa ayahnya seperti sebelumnya dan akan terus tinggal dengan ibunya.

Mirae yang sedari tadi tidak berani menatap mata Sarang, akhirnya menoleh keSarang dan menyuruh Sarang pergi dengan ayahnya. Karena dirinya merasa lebih nyaman jika sendirian. Yul lalu menarik tangan Sarang dan membawanya pergi sementara Sarang terus melihat kearah ibunya.

Dengan masih duduk dikursi, Mirae menagis dan tambah sedih melihat kotak obat Sarang yang masih tergeletak dimeja. Mirae lalu teringat pembicaraanya degan Woo Hyuk didepan rumahnya sehari sebelumnya.


Flashback              
Saat Woo Hyuk mengantarkan pulang Sambil masih memeluk bunga pemberianya, Mirae memberitau Woo Hyuk kalau ayah kandung Sarang adalah Han Yul. Awalnya Woo Hyuk tidak mempercayainya dan berpikir Mirae berbohong. Tapi Mirae meyakinkan Woo Hyuk dan melarangnya bertanya lagi tentang hal itu dan melakukan permintaanya. Mirae meminta Woo Hyuk mengatakan kebenaran itu pada Yul dan itu adalah permintaan terakhirnya.

Woo Hyuk menolak, dan menurutnya lebih baik Mirae yang megatakanya sendiri.

Mirae menjawab kalau dirinya tidak bisa melakukanya. Karena Yul harus tau dari orang lain, karena degan begitu, Yul akan melupakannya dengan mudah dan melindungi Sarang. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca  Mirae berusaha tegar dan melanjutkan kalau dirinya harus menjadi wanita kejam dan egois demi kebaikan Yul. Bagaimanapun dirinya akan menghilang nantinya dengan demikian Yul dan Sarang bisa memulai hidup baru dengan tenang.

Flash back End

Setelah Sarang dan Yul pergi, Mirae masih termenug sendirian. Mirae berkali-kali mengatakan maaf  pada Sarang karena tidak bisa lagi melindunginya. Dan mengirim Sarang pada ayahnya, menurutnya hanya itu satu-satunya cara untuk melindungi Sarang agar tidak melihatnya sedang menderita dan kesakitan.  Karena terlalu menyakitkan untuknya jika Sarang melihatnya sedang kesakitan. Mirae pun akhirnya menagis lagi.


Didalam mobil Yul, Sarang tidak bicara dan hanya menatap lurus kedepan. Untuk menghiburnya Yul menyuruh agar Sarang memberitaunya apa yang ingin dia lakukan juga yang ingin dia makan. Yul mengajak Sarang pergi ketaman hiburan akhir pekan nanti. Yul berjanji kalau mulai sekaran akan melakukan semua hal juga selalu berada disisi Sarang dan mengantikan peran seorang ibu juga.

Sarang berkata kalau ibunya bukan orang seperti itu pasti ada alasan kenapa ibunya melakukan itu. Dan jika ibu bersembunyi pasti juga ada alasanya.

Yul memberitau Sarang, kalau tidak ada alasan seperti itu. Menurutnya ibunya Sarang  adalah orang yang egois dan juga kejam Yul juga tidak akan pernah memaafkannya, dia terburuk dari yang buruk.

Sarang yang tidak terima Yul berbicara buruk tenang ibunya membentak Yul, dan melarangnya berbicara seburuk itu tentang ibunya jika tidak tahu apa-apa karena menurutnya ibunya bukanlah orang yang seperti itu. Yul pun terdiam..


Dirumah sakit Mirae sedang berjalan dilorong seorang diri. Lalu Woo Hyuk mengikutinya dari belakang dan bertanya apa Mirae baik-baik saja? 

Mirae membenarkan dan berkata kalau kondisinya sebaik seorang juara.

Woo Hyuk bertanya apa Mirae tidak berubah pikiran dan kembali hidup bersama pelatih Han?  Apa benar baik-baik saja Hidup tanpa Sarang?

Mirae lalu berhenti berjalan dan menghadap Woo Hyuk dengan lebih serius Mirae menjawab "Sudahlah aku tidak mau. Berapa kali aku harus memberitaumu supaya kau mengerti? Ini jalan keluar terbaik dengan begini aku akan mudah dilupakan."

Woo Hyuk lalu mengingatkan, kalau semakin hari akan semakin menyakitkan, dan bagaimana Mirae akan mengatasinya sendirian?

Dengan riang Mirae menjawab kalau itu cara terbaik. Karena jika bersama seseorang dirinya tidak boleh sakit, karena hanya akan membuat orang yang bersamanya tidak nyaman. Mirae juga bilang menyukai hidupnya yang sekarang karena untuk pertama kalinya bisa merasakan hidup sendiri. Kata-kata Mirae terputus saat diruang tunggu Mirae melihat anak yang seumuran dengan Sarang menagis pada ibunya karena tidak mau disuntik. Mirae terlihat sedih..


Dirumah Yul, Yul membelikan tempat tidur baru untuk Sarang mereka memasangnya bersama-sama. Yul juga membelikan buku-buku untuk membantu Sarang belajar.

Yul sedang memasak, sementara Sarang menuggu dimeja makan dengan tidak sabar.Yul memasakkan Sarang sepaghetti dan juga pizza. Sarang lalu memakan sepaghettinya dan memuji kalau rasanya enak sambil mengacungkan kedua jempolnya. Yul lalu menyodorkan pizzanya yang diberi toping kenari, kacang dan almond yang menurut Yul bagus untuk pertumbuhan.


Sarang awalnya terlihat ragu untuk maka.
Yul yang menyadari itu menasehati agar tidak pemilih dengan makanan agar bisa tumbuh tinggi seperti dirinya.
"Tumbuh tinggi bukan masalah. Tapi tumbuh cantik dan menjadi Miss Korea, kau harus makan sayur." 

Karena tidak ingin mengecewakan ayahnya Sarang pun memakan pizzanya dengan lahap. Setelah makan, Sarang muntah-muntah dikamar mandi. Yul yang sedang mencarinya, tidak menyadari kalau  Sarang sedang muntah-muntah dikamar mandi. Sarang juga merahasiakan itu dari Yul


Dirumah Mirae, Mirae sedang menyiapkan roti panggang untuk sarapan. Lalu Mirae tanpa sadar memanggil Sarang. Dan menyadari kalau Sarang sudah tidak lagi tinggal bersamanya, piring yang dipegang pun jatuh kelantai. Saat sedang membereskan baju-baju Sarang, Mirae menemukan bajuberwarna merah muda Milik Sarang

Flashback
                       
Mirae membelikan Sarang baju berwarna merah muda. Tapi Sarang menolak memakainya. Karena baju berwarna merah muda menbuatnya terlihat seperti tergila-gila pada pakaian. Dan lagi pula tidak ada anggota tim lari memakai baju merah muda karena akan terlihat norak.

Mirae membujuk Sarang agar lebih sering memakainya dihari lain saat tidak sedang berolahraga. Dan juga Mirae ingin melihat, secantik apa jika sarang memakainya. Sarang mengeleng dan sambil berdiri Sarang menaruh tulunjuknya dimulut Mirae dan berkata kalau dirinya akan memilih sendiri pakaianya.. Sarang memberitau Mirae kalau dirinya lebih suka baju yang berwarna biru langit. Sarang lalu  berlari menjauhi ibunya. Mirae pun mengejarnya dan berkata jika tertangkap Sarang harus memakainya. Mereka pun akhirnya berlari kejar-kejaran sambil bercanda.

Flash back End
                           
Mirae tersenyum mengigat itu dan mencium baju Sarang yang sedang dipegangnya.




Seperti biasa, Yul sedang berbelanja dengan Sang Hee. Sang Hee pun terkejut mengetahui kalau Yul ternyata adalah ayah kandung Sarang.

Yul menyahut kalau Mirae memanglah orang yang kejam, dan bahkan tidak memberitaunya sendiri dan dirinya mengetahui kebenaran itu dari orang lain. Dan mugkin juga tidak akan pernah tau jika tidak ada orang yang memberitaunya.

Sang Hee membenarkan. Mengatasnamakan pernikahan rehab demi membuat ayah kandung menjadi ayah palsu. Sang Hee lalu berkata, kalau Mirae sepertinya bukanlah orang yang jahat.

Yul lalu melarang Sang Hee membicarakan tentang Mirae lagi.

Sang Hee lalu bertanya "Bukankah itu agak aneh? Dia membiarkan Sarang tinggal bersamamu semudah itu?"

Yul menjawab "Lantas....kenapa harus melawanya? Jika demikian, dia bukan manusia."

Sang Hee bertanya lagi apa Sarang setuju. Dan mengikutinya tanpa melawan?
Yul membenarkan dan menjawab itu karena dia ayahnya.

Sang Hee memberitau Yul, kalau anak seusia Sarang biasanya sangat membutuhkan ibunya. Dia bisa hidup tanpa ayahnya tapi tidak jika tanpa ibunya. Sang Hee bertanya, apa menurut Yul akan mudah untuk Sarang hidup tanpa ibunya? Sang Hee melanjutkan kalau semua anak pasti akan menagis dan melampiaskan kemarahanya.

Yul berkata kalau Sarangnya berbeda dengan anak-anak lain dan berjalan menjauh dari Sang Hee.

Sambil berteriak mengejar Yul, Sang Hee bertnya "Berbeda bagaimana?"

Yul memberitau, kalau Sarang seperti dirinya lumayan tabah, tidak menagis dan juga bisa beradaptasi dengan cepat " Bocah temperamen itu jadi lebih sabar."

Yul lalu melihat baju bunga-bunga berwarna pink yang masih  terpasang dimanekin dan bertanya pada Sang Hee "Bagaimana?"

Sang Hee menjawab itu bagus dan terlihat seperti princess.

Yul pulang kerumah sambil menenteng berkantong-kantong belajaan untuk Sarang. Juga sekardus besar paket tanpa nama pengirimnya. Yul lalu masuk kekamar Sarang tapi ternyata Sarang sudah tidur. Yul menaruh barang-baragnya dimeja dan keluar pelan-pelan.


Setelah Yul menutup pintu, Sarang membuka matanya. Teryata Sarang belum tidur dan hanya pura-pura tidur. Sarang mengsms ibunya, menayakan kabar ibunya dan Sarang bercerita kalau ayahnya memperlakukanya dengan baik.

Dirumah Mirae, Mirae sedang kesakitan seorang diri, badannya berkeringat dingin dan juga menagis. Mirae sempat membaca sms dari Sarang, lalu hp Mirae terlepas dari gengamanya dan jatuh kelantai.

Karena tidak mendapat balasan dari sang ibu, Sarang pun meneleponnya. Mirea berniat mengambil ponselnya yang jatuh, tapi malah Mirae tejatuh dan badannya membentur lantai. Mirae sempat mengangkat telpon dari Sarang tapi tidak bicara hanya mendegarkan Sarang yang memanggil-manggilnya. Mirae lalu tak sadarkan diri.


Yul datang keacara minum-minum dengan Ji Hye dan Dir Hwang.

"Kau bilang tidak bisa datang karena harus memberikan sesuatu pada Sarang?" Ji Hye bertanya, apa Yul berubah pikiran?

Yul memberitau kalau Sarang sudah tidur, mungkin karena kelelahan. "Dan berkat dirinya aku punya banyak waktu luang."

Menurut Ji Hye kalau akhir-akhir ini Yul benar-benar melambaikan bendera seorang ayah. Dan karena Sarang adalah putri kandung Yul, Ji Hye pun tak bisa berkata-kata.

Dir Hwang bertanya, apa Yul benar-benar sudah putus hubugan dengan Mirae?
Yul memberitau, dirinya tidak ingin membicarakan tentang Cha Mirae lagi.

"Tak ada masalah dengan Sarangkan? Dir Hwang bertanya lagi. "Pasti berat untuknya hidup terpisah dari ibunya." Dir Hwang menjelaskan kenapa berat menjadi ayah tunggal, itu karena anak selalu merindukan ibunya. "Sekeras apapun usahamu, tidak akan bisa mengantikan sentuhan seorang ibu."

Dengan yakin, Yul menyuruh Dir Hwang untuk tidak khawatir. Karena ini bukan pertama kalinya mereka hidup bersama. Tapi mereka sudah bersama seperti sekarang sejak beberapa bulan lalu. "Kami sudah seperti dua kacang dalam satu kulit yang sama." Yul menambahkan kalau Sarang bahkan tidak menyebut nama ibunya sekalipun.

Ji Hye menyahut kalau Sarang dingin seperti ibunya.

Menurut Dir Hwang, itu justru lebih berbahaya jika Sarang tidak sekalipun mencari ibunya. Dan Tidak menunjukkan perasaannya seperti anak-anak kebanyakan, karena mungkin sebenarnya Sarang sedang menderita.

Yul tetap ngotot kalau itu tidak mungkin. Karena Sarang adalah anak yang jujur. "Aku tidak tau seperti apa anak-anak lain, tapi Sarang mengatakan apa pun yang ingin dia katakan padaku."

Lalu dengan tersenyum ramah Ji Hye menyapa Woo Hyuk yang baru datang. Dir Hwang kaget melihatnya. Woo Hyuk pun membungkuk sopan pada Dir Hwang.

Ji Hye menjelaskan, kalau dirinyalah yang mengundang Woo Hyuk. Karena sekarang Woo Hyuk adalah satu-satunya teman yang selalu menemaninya minum. "Dan dia juga masih lajang" Ji Hye menambahkan.

Didepan semua orang, Yul dan Woo Hyuk terlihat ramah. Tapi mereka berdua saling melirik dengan penuh permusuhan. Woo Hyuk lalu duduk disamping Yul. Begitu Woo Hyuk duduk, Yul langsung berdiri dan pamit pulang. Yul beralasan takut Sarang terbangun dan mencarinya. Lagi pula, dirinya harus menyiapkan perlengkapan untuk Sarang kesekolah besok. Yul lalu melangkah pergi.

Tapi suara Woo Hyk menghentikan langkahnya. "Apa semua baik-baik saja? Sarang baik-baik saja kan?"
Mendegar pertanyaan Woo Hyuk, Dir Hwang dan Ji Hye melihat Yul dan Woo Hyuk dengan heran.

"Wow! Kau sangat tidak beruntung! Kenapa selalu muncul saat aku diambang kesabaran dan membuatku kesal?"
Yul menjawab sambil melotot pada Woo Hyuk dan mendekatkan wajahnya kearah Woo Hyuk lalu berkata  "Sangat....sangat...sangat baik!" Yul kemudian melihat kearah semua orang dan meminta pada semuanya untuk tidak perlu lagi khawatir padanya. Yul lalu melangkah pergi



Woo Hyuk tiba-tiba mendapat telepon dari Mirae. Woo Hyuk bertanya apa Sunbaenya sedang sakit? Woo Hyuk berkata kalau dirinya akan segera kesana. Yul yang baru berjalan beberapa langkah berhenti berjalan dan terlihat heran, tambah heran saat melihat Woo Hyuk berlari pergi secepat kilat dari sana....



               ******

5 komentar:

  1. Mbk jangan lama2 ya ngelanjutiin ny.. Penisiriiin��
    Gomawoo..

    BalasHapus
  2. Lanjut dong mbaaa, jangan lama lama ditunggu banget nih makasihhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...Sabar ya, part 2 hbz ini dpos.

      Hapus
  3. Maaf min mau nanya itu sarang gak dijelasin ya kok bisa jd anak kandungnya han yoel?

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon tinggalkan komentarnya ya..