catatanku

Sabtu, 06 Juni 2015

Sipnosis Super Daddy Yul Episode 14 part 2




Dirumah, Sarang sedang memasukan barang-barang yang akan dibawa pergi berlibur kedalam koper. Selesai berkemas Sarang mengsms ayahnya menayakan tentang ibunya "Ibu sudah keluar?"

"Belum. Jagan khawatir, saat ibumu keluar ayah akan segera membawanya kesana." Yul sedang menuggu Mirae didepan rumahnya.




Didalam rumah, Mirae juga sedang berkemas memasukkan barang-barang kedalam ransel. Dan sepertinya Mirae tidak membawa banyak barang. Sebelum pergi Mirae mengamati seisi rumah.

Mirae lalu keluar rumah dan sedikit terkejut mendapati Yul sedang menuggunya didepan rumah. Dan bertanya sejak kapan Yul menuggunya?

Sambil bercanda Yul menjawab kalau sudah menuggu Mirae sejak semalam karena takut Mirae akan kembali mengelabuinya lagi.

"Kenapa juga aku melakukanya? Aku yang bilang ingin pergi berlibur."




Sat Yul dan Mirae akan berangkat, mobil Woo Hyuk datang mendekati mereka. Woo Hyuk datang bersama Sang Hee.

Yul dan Mirae pun terheran-heran melihatnya.

Woo Hyuk beralasan sebagai dokternya dirinya harus ikut agar bisa merasa tenag. Karena Mirae adalah pasien yang dipulangkan karena keras kepala.

Yul lalu melirik pada Sang Hee, dengan terbata-bata Sang Hee berkata sengaja datang karena ingin ikut pergi berlibur.

Tapi Mirae malah menyuruh Sang Hee dan Woo Hyuk untuk pulang...

Woo Hyuk dengan cepat menyahut, kalau bicaranya nanti saja dan lebih baik segera berangkat. Woo Hyuk bicara sambil menarik tangan Mirae untuk masuk kedalam mobilnya.

Yul yang melihatnya memukul tangan Woo Hyuk lalu menarik tangan  Mirae masuk kedalam mobilnya.

Sang Hee lalu membawa Woo Hyuk masuk dengan paksa kedalam mobil dan bertanya apa Woo Hyuk tidak punya perasaan? dan menyuruh membiarkan Yul berduan dengan Mirae.


Akhirnya mereka pun pergi beririgan dengan dua mobil.




Sepanjang perjalanan Mirae bercanda dan tertawa bahagia bersama Sarang dikursi penumpang. Mereka juga bernyanyi bersama. Mirae terlihat sangat bahagia.

Sementara Yul Sesekali melirik mereka dan tersenyum melihat tingkah kedua orang yang dia sayangi..



Dimobil belakang, Woo Hyuk sepertinya masih tidak rela Mirae naek mobil Yul. "Sudah kubilang seharusnya satu mobil dengan kita."

Sang Hee bertanya kalau seandainya Woo Hyuk yang jadi Yul, apa Woo Hyuk juga mau semobil dengannya? Sang Hee lalu menasehati agar membiarkan saja mereka, karena ini liburan nyaman keluarga Yul.

Dengan sewot Woo Hyuk menjawab kalau ini bukanlah liburan yang menyenangkan karena Mirae sedang sakit parah.


Sang Hee  bertanya lagi apa Woo Hyuk sedang cemburu sekarang? Dengan gaya centilnya Sang Hee lalu mengoda Woo Hyuk " Oppa kita juga harus menikmatinya dan bersenang-senag."

Sang Hee mengatakanya sambil mendekati Woo Hyuk dan menaruh kepalanya dibahu Woo Hyuk dengan manja.

Woo Hyuk dengan pandagan ngeri mencoba menghindar "Kenapa kau seperti ini? Dan sejak kapan kita bicara tidak formal?"

Sang Hee mengigatkan kalau mereka berdua sudah pernah bertemu sebelumnya dipesta rumah baru. Apa Woo Hyuk tidak ingat? Sang Hee bersiap memukul Woo Hyuk, tapi tidak jadi melakukanya.

Woo Hyuk mengejek kalau Sang Hee dan Yul memiliki cara bicara yang sama buruknya.

Sang Hee tersinggung dan ingin memukul Woo Hyuk lagi. Sang Hee malah ganti mengejek kalau jadi laki-laki harus gagah dan pemberani. Mungkin karena itu Woo Hyuk selama ini tidak berkencan.

Woo Hyuk masih ingin membantah, tapi sayangnya perhatianya teralihkan karena mobilnya tiba-tiba berhenti karena kehabisan bahan bakar. 



Woo Hyuk pun marah-marah pada Sang Hee dan menyuruh Sang Hee turun dan mendorong mobilnya dari belakang.




Sementara itu Yul sudah sampai dipenginapan. Sarang menyukai tempatnya karena ada air mancurnya, begitu juga dengan Mirae.

Menurut Mirae, tempatnya bagus dan udaranya juga digin. Mirae lalu memberitau Yul kalau dirinya belum pernah pergi ketempat-tempat seperti ini sebelumnya, dan ini adalah pertama kalinya.

Sarang lalu memanggil ayah dan ibunya mendekat.

"Sarang! Kita mau kemana dulu?" tanya Yul.




Sarang memberitau ayahnya Kalau ingin pergi berenang. Tapi mereka tidak pergi berenag malah maen go kart. 

Sementara Yul dan Sarang sedang bermain Mirae memperhatikan dari pingir lapagan sambil melambaikan tagan dan juga menyemagatinya.

Setelah beberapa kali putaran, Yul berhenti. Yul menayakan Woo Hyuk dan Sang Hee pada Mirae yang datang mendekatinya. "Kenapa mereka belum datang juga?"


Belum sempat Mirae menjawab, mobil putih Woo Hyuk datang mendekat. Woo Hyuk dan Sang Hee lalu turun dari mobil dan meminta maaf.

Mirae lalu bertanya pada Woo Hyuk. "Kenapa kalian terlambat sekali? Bukanya tadi kau bicara soal dokter yang tenag?"

Woo Hyuk memberitau kalau mobilnya tadi kehabisan bahan bakar dan harus menuggu bantuan datang.

Sang Hee  kelaparan lalu mengajak Yul untuk pergi mencari makan.
Tapi Yul protes kalau mereka sudah datang jauh-jauh kemari untuk bermain  jadi harus melakukan nya. Yul lalu melirik Sarang dan menyuruh Sarang yang memilih permainanya.

Dengan penuh semagat sarang memilih permainan baseball. Woo Hyuk dan Mirae terlihat kecewa dengan permainan yang dipilih Sarang dan ingin protes, tapi Sang Hee sudah keburu menyetujuinya..




Semua orang sedang berkumpul ditempat permainan. Mereka tidak bermain dilapagan, tapi didalam ruagan. (dengan alat seperti di TimeZone, gak tau namanya hehehehe) Yul melemparkan dua kali, dan kedua bolanya pun masuk kedalam kotak. Sarang dan Mirae pun besorak kegiragan.




Lalu tibalah giliran Woo Hyuk yang melempar, kedua bola Woo Hyuk tidak satu pun ada yang masuk kedalam kotak.

Woo Hyuk mencoba melempar sekali lagi, tapi masih gagal. Sang Hee, Yul, Mirae dan juga Sarang pun menertawakan Woo Hyuk..



Lalu mereka beralih kepermainan menembak. Mirae berpasagan dengan Yul. Sementara Woo Hyuk dengan Sang Hee.

Dipermainan ini lagi-lagi tim Yul yang menag. Alhasil Woo Hyuk dan Sang Hee pun  kalah dan dapat hukuman.




Mirae ,Sarang dan Yul melemparim  kepala Woo Hyuk dan Sang Hee yang menyembul dari dinding papan dengan balon air. Karena dilempari berkali-kali, muka Mereka pun basah kuyup.

Itu pun ternyata masih belum cukup. Woo Hyuk dan Sang Hee juga harus membuat makanan untuk makan malam mereka. Woo Hyuk dan Sang Hee pun kerepotan melakukanya.

Sementara Sarang dan Yul asyik bermain menagkap bola. Dan sesekali Sarang berteriak agar segera disiapkan makanan karena sudah kelaparan.

Tapi diam-diam Sarang dan Yul menertawakan mereka.


Mirae sedang jalan-jalan melihat pemandagan disekitar penginapan seorang diri. Mirae lalu sampai diatas bukit dan duduk dibangku sambil melihat pemandagan.

Saat sedang memperhatikan bunga-bunga yang ada dijurang disekitarnya, Mirae dikagetkan dengan bunyi kereta api yang sedang lewat tidak jauh dari tempatnya duduk. Rupanya didekat penginapan ada stasiun kereta api.





Sambil meperhatikan bunga-bunga Mirae teringat kembali kejadian dirumah sakit. Yul yang putus asa mengetahui dokter  yang tidak bisa lagi menyelamatkanya.

"Apa aku salah? Kalau aku salah, maka aku akan berlutut dan memohon. Didepan semua dokter, sampai tengorojanku kering dan berdarah, aku akan memohon. Jika kau bisa membuatnya lebih baik, jika kau bisa menyembuhkanya!

Mirae juga teringat dengan seorang bapak yang diliatnya ditaman sedang menagis putus asa karena istrinya juga menderita  kanker. Tanpa terasa mata Mirae pun berkaca-kaca.


Mirae lalu dikagetkan dengan kedatagan Yul yang bertanya apa yang sedang dilakukanya seorang diri disini? Dan apa Mirae baik-baik saja?

Sambil tersenyum Mirae menjawab kalau dirinya sedang mendaki dan juga keadaanya baik-baik saja.

Mirae lalu memberitau Yul, kalau nanti setelah dioperasi untuk sementara waktu tidak akan lagi merasa kesakitan seperti sebelumnya.

Sambil melihat pemandagan sekelilingnya, Yul lalu berkata "Alangkah senagnya jika bisa melakukan ini (liburan) setiap tahunya. Saat musim semi."  Mirae yang mendegarkanya pun tersenyum.

Mirae lalu menujukkan pada Yul bunga-bunga cantik yang ada ditepi jurang didepan mereka.
Yul lalu tersenyum dan bertanya "Kenapa? Kau ingin aku memetikkanya untukmu?"

Tanpa mengalihkan padaganya dari bunga-bunga itu Mirae menjawab
"Apa aku ini anak-anak? Jalan itu mengarah pada kita yang tidak bahagia! Bahaya" (mksd Mirae, karena bunganya ada ditepi jurang jika Yul mengambilnya bisa saja terjatuh dan mengacaukan liburan bahagia mereka)

Mirae lalu melanjutkan "Menakjubkan bunga secantik itu tumbuh dilingkugan seperti ini."

Sambil memperhatikan Mirae, Yul lalu menjawab "Mereka tidak menyerah dan pada akhirnya menang."

Mirae pun mengerti maksud dari perkataan Yul. (Yang sama artinya dengan Mirae juga harus seperti bunga itu. tidak menyerah melawan penyakitnya apa pun kondisinya agar bisa sembuh)




Dengan ragu-ragu Yul lalu bertaya dirumah sakit Seo Myeon University..apa Mirae megenal profesor Nuh?

Mendegar nama sang profesor disebut Mirae yang sejak tadi membelakangi Yul, akhirnya berbalik dan meghadap Yul.

Sambil berhadapan, Yul lalu memberitau kala ada cara supaya Mirae menjadi lebih baik.

Lalu Yul menjelaskan tentang uji klinis pengobatan dengan mengkobinasikan dua obat anti kanker yang berbeda dengan cara memperkecil, lalu mengoperasinya.

Karena tidak ingin mengecewakan Yul, sambil tersenyum Mirae menjawab kalau untuk kanker stadium awal, mencoba pengobatan seperti itu sangat membantu. Tapi kenyataanya...

Yul lalu memotong kata-katanya dan memberitau kalau ada kasus seperti itu baru-baru ini dan dirinya sudah mencaritau tentang itu.

Mirae lalu bertanya tentang kemungkinan untuk sembuh.

Tanpa ragu Yul menjwab tidak 100%, tapi juga tidak nol.   Yul lalu menyuruh Mirae untuk tidak memutuskanya sekarang, dan fokus untuk istirahat.

"Baik...Aku akan memikirkanya..." Sambil menatap mata Yul, Mirae lalu tersenyum dan mengulangi lagi kalau bener-bener akan memikirkannya karena memang sudah tidak punya banyak waktu lagi.



Lalu mereka dikagetkan dengan kemunculan Sang Hee yang memanggilnya untuk makan. Setelah memanggil Yul, Sang Hee buru-buru pergi. Sampai Yul terheran-heran melihatnya.

Sang Hee menyiapkan sepiring penuh perut babi untuk Yul dan Mirae. Mirae yang tidak melihat Sarang lalu bertanya kemana Sarang pergi dan kenapa tidak makan bersama mereka?

Sang Hee memberitau kalau tangan Sarang terluka dan Dr Shin sedang mengobatinya...

Belum selesai Sang Hee bicara Yul sudah keburu melompat dari kursi dan berlari untuk mencari Sarang.



Dihalaman lain, Sarang sedang kesakitan sambil memperhatikan jarinya yang berdarah. Woo Hyuk ingin menghisap darah yang ada dijari Sarang. Tapi Sarang menolak. Lalu Yul, Mirae dan Sang Hee datang mendekat.

Yul yang khawatir lalu menghisap darah dijari Sarang.

Sang Hee bertanya pada Yul "Apa kau superman? Saat mendengar nama Sarang, kau langsung terbang kesini?" Tentu saja Yul tidak menjawab karena sibuk merawat jari Sarang yang terluka.

Woo Hyuk menjelaskan, kalau Sarang terjatuh saat akan memetik buah pir untuk ibunya yang memang menyukai buah pir. Sementara Sarang sendiri alergi buah pir.



Mirae memperhatikan Yul yang sedang merawat jari Sarang dan  memberitau kalau itu tidak apa-apa dan hanya luka ringan. Dan sambil tersenyum mengatakan kalau Sarang memiliki ayah yang hebat. Sang Hee dan Woo Hyuk juga tersenyum sambil memperhatikan Yul.



Malam harinya Yul , Sarang dan Sang Hee bermain kembang api dipinggir sungai Han. (kok jadi dipiggir sungai Han ya? bknx harusx dipinggir patai? ah abaikan hehe)

Sementara Mirae tidak ikut dan hanya memperhatikan dari jauh sambil tersenyum bahagia. Lalu Woo Hyuk datang mendekatinya.

Woo Hyuk bertanya apa yang membuat Mirae begitu bahagia sehingga tidak berhenti tersenyum?

Mirae menyuruh Woo Hyuk memperhatikan Sarang dan Yul. Mirae berkata kalau Yul rela melakukan apa saja demi putrinya.

Woo Hyuk membenarkan, padahal dulu dirinyalah orang yang paling dekat dengan Sarang. Dan menambahkan ternyata memang benar, darah lebih kental dari air.

Mirae menjawab bahkan sebelum Yul tahu Sarang adalah putrinya, Woo Hyuk tidak sebanding dengan Yul. Woo Hyuk Game Over... Mirae mengatakanya sambil mengerakkan taganya dibawah leher seperti sedang memotong lehernya.

Woo Hyuk pura-pura tersingung "Bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu?"

Mirae tidak menjawab, tapi sambil setegah melamun bertanya pada Woo Hyuk.




"Bahkan tanpa aku, mereka bisa hidup dengan baik bukan? Caranya Yul menjaga Sarang saat Sarang terluka dan dalam  bahaya. Tanpa berpikir panjang, tubuhnya lebih dulu bereaksi. Itu hal yang nyata, oleh sebab itu aku bisa mempercayainya 100%."

Woo Hyuk lalu menyuruh Mirae untuk tidak menyerah karena Yul pasti akan menjaganya sampai akhir.

"Saat aku punya harapan, semua tidak berjalan dengan baik. Kau tau betapa menyakitkanya perasaan hilang harapan."   Mirae menjelaskan kalau Woo Hyuk pasti mengerti karena sudah banyak melihatnya dirumah sakit dan itu seperti mimpi buruk bagi sisakit.

Woo Hyuk membenarkan, dan ingin memgatakan sesuatu...

Tapi Mirae langsung memotongnya kalau tidak ingin mendegarnya. Karena selama ini dirinya hanya berpikir, apa Yul dan Sarang bisa hidup dengan baik setelah dirinya tidak ada, atau justru malah hancur berantakan tanpa dirinya.

Woo Hyuk dengan heran bertanya apa hanya itu?

Mirae memberitau kalau masih ada satu hal lagi. Mirae lalu berbisik pada Woo Hyuk kalau Yul pasti akan marah juga kecewa kalau mengetahuinya.

Menurutnya Yul begitu nekat ingin menyelamatkan wanita sepertinya apa karena dia membutuhkan ibu untuk anaknya.

Woo Hyuk yang heran lalu bertanya apa Mirae benar-benar tidak tau tentang perasaan Yul yang sebenarnya padanya? "Wow Cha Mi Rae, kau benar-benar semakin aneh."

Woo Hyuk lalu menasehati "Meskipun kau sedang sakit, jangan sembunyikan perasaanmu. Sampai akhir kau harus mengikuti perasaanmu bukan yang lainya. Itu akan membuatmu semakin...."


Kata-kata Woo Hyuk terpotong karena Yul dan Sarang memanggilnya untuk bergabung dengan mereka. Akhinya semua orang bermain bersama dan tertawa bahagia.

Malam harinya, Yul terbagun dari tidurnya dan hanya menemukan Sarang tertidur nyenyak disampingnya. Sementara dari jendela Yul melihat Mirae sedang duduk ditaman seorang diri.

Pelan-pelan Yul mendekati Mirae dan megagetinya. Yul lalu duduk dibangku disebelah Mirae . Dan bertanya kenapa Mirae duduk diluar seorang diri?

Mirae memberitau kalau tadi sedang ketoilet dan merasa udara diluar segar jadai keluar.



"Kau mengagetkan ku, kukira kau pergi lagi" Yul lalu bertanya apa boleh berbaring dipangkuan Mirae sebentar? dengan suara melas Yul berkata, tidak apa-apa jika tidak boleh.

Belum sempat Mirae menjawab Yul sudah menjatuhkan kepalanya dipangkuan Mirae.

Yul lalu memberitau rencanaya untuk esok hari pada Mirae.
"Besok kita sarapan yang sederhana. Dan berjalan-jalan di Original Path, itu daya tarik yang utama disini. Untuk malan siang ada restoran bagus yang menyediakan sashimi segar."

Yul memberitau kalau sudah memesan tempat dan akan membawa Mirae dan Sarang kesana besok dan tidak usah membawa Sang Hee dan Woo Hyuk. Tapi hanya mereka bertiga saja.

Yul langsung tertidur setelah mengatakanya, bahkan Mirae belum sempat menyetujuinya.



Sambil memperhatikan Yul yang tidur dipangknya Mirae berkata "Syukurlah, kau tertidur hanya dengan kenagan indah." Lalu Mirae menyelimuti Yul dengan slimut miliknya.



"Pagi harinya Yul terbagun ditaman seorang diri. Saat membuka selimut akan berdiri, ada surat yang terjatuh dari tubuhnya.

Belum sempat Yul membukanya, Yul sudah dikagetkan dengan teriakan Sarang yang berlari pandanya sambil memberitau kalau ibunya menghilang.


Dikamarnya, Sang Hee pun merasa heran dan bertanya pada Woo Hyuk apa yang terjadi, dan kenapa Mirae pergi?

Yul tiba-tiba masuk dan bertanya apa tidak ada seorag pun yang melihat saat Mirae pergi?

Sang Hee berkata, kalau tadi sudah memeriksa Mirae juga membawa tasnya pergi.

Woo Hyuk lalu memberitau Yul, kalau semalam Mirae mengatakan hal yang anah padanya kalau tanpa dirinya, apa kalian bisa hidup dengan baik?

Yul lalu membuka surat yang tadi ditemukanya..

Sementara Mirae sedang berjalan seorang diri meuju keatas bukit yang kemari dia datagi.

"Mungkin ini takdir. Seperti kata ayah."



Di pantai Woo Hyuk dan Sang Hee sedang mencarinya sambil berteriak memangil-manggil namanya.

Sementara itu, Yul sedang berlari melewati jalan yang barusan dilewati Mirae.

"Saat itu lah aku tau Sarang ada didalam perutku. Anakmu dan anakku."



Diatas bukit tepatnya dipinggir jurang Mirae melihat ada anak perempuan yang seumuran dengan Sarang sedang menagis. Mirae pun medekatinya, dan ternyata anak itu kakinya terluka. Mirae lalu membersihkan lukanya dengan sapu tagan miliknya.



Saat Mirae bertanya dimana ibunya, bukanya menjawab, tapi anak itu malah mununjukkan sepatunya yang terjatuh kedalam jurang didekat bunga-bunga. Tanpa berpikir lagi, Mirae pun berniat turun dan mengambilnya.

"Aku seharusnya mengumpulkan keberanianku saat itu. Lalu seperti apa jadinya kita sekarang?"

Mirae terpeleset dan sempat tergulig beberapa kali sebelum akhirnya selamat karena berpegagan pada batang bohon. Tapi sayangnya ponsel Mirae terjatuh dan Mirae tidak menyadarinya.



"Maaf....Sampai akhir, aku tidak bisa selalu menjagamu."

Dikamar pengiapan, Sarang sedang menagis seorang diri. Tanpa sengaja dia melihat Tablet milik Mirae yang tertinggal dimeja samping tempat tidur.

Sementara itu, Mirae sudah sampai distasiun kereta api.



Yul sampai dibukit, tapi sayang Mirae sudah tidak ada. Yul lalu mencoba meneleponnya, tapi malah menemukan ponsel Mirae yang masih tertinggal dijurang.

"Terimakasih...sampai akhir kau menempati janjimu."


Dikamar Sarang sedang melihat-lihat Tablet milik ibunya, dan akhirnya mengetahui ibunya pergi kestasiun kereta apai yang tidak jauh dari penginapan.

Di luar penginapan, Woo Hyuk yang baru kembali  dikagetkan oleh teriakan Sarang, yang memberitau kalau ibunya pergi kestasiun kereta dan mengajaknya segera menyusul kesana. Mereka akhinya berlari menyusul kesana.


Distasiun, Mirae sedang berdiri dipinggir rel menuggu kereta yang akan dia tumpangi datang sambil membaca buku berjudul "Paduan Hospice dan Palliative care untuk penderita kanker dan keluarga"

Yul masih berada diatas bukit. Karena melihat ponsel Mirae ada dijurang, Yul pun mengira Mirae terjatuh kejurang dan mencoba turun untuk mencarinya.

Tapi Karena terburu-buru dan tidak hati-hati, Yul malah terpeleset dan jatuh terguling-guling hingga ketepi pantai dan tak sadarkan diri.



Sarang dan Woo Hyuk sampai distasiun bersamaan dengan kedatagan kereta. Tapi Sarang sempat melihat ibunya sebelum akhirnya pandaganya terhalang oleh kereta.

Sarang pun berlari menuju kereta sambil menagis dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Woo Hyuk sampai kewalahan menenangkannya.



Dipantai, Yul masih terbaring tak sadarkan diri tanpa ada seorang pun yang menolongnya.

Mirae terlihat ragu untuk naik kedalam kereta. Mirae seperti  mendegar suara Sarang yang berteriak dikejahuan memangglnya dan suara Woo Hyuk yang berusaha menenangkan Sarang.









*****



         

3 komentar:

  1. Lama nungguin klanjutanny...eh nongol jg tp aahhhh dibuat penasaran lg hehee.....gk sbar liat yul mesraan sm mirae....scene kiss ny jrg bgt jd gregetan stiap liat mreka brdua deketan....pgnny sih pas bduaan lsg cipokan gitu ahahaha.......pliiisss dilanjutin dong smpe ending @mb ika sulika....thx

    BalasHapus
  2. Ini drama TVn yg lumayan sopan bgt..mungkn krn ada Lee Ree (sarang) yah...dan mungkin krn genrenya family gitu (hahaha)...
    Gumapshimnida Ika...

    BalasHapus
  3. Kok enggak di lanjutin? penasaran nih

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Mohon tinggalkan komentarnya ya..